Palembang, 2 Maret 2026 – SKK Migas Perwakilan Sumbagsel bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan Politeknik Akamigas Palembang menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Beasiswa Non Ikatan Dinas Beasiswa Hulu Migas pada Senin (2/3/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Musi SKK Migas Perwakilan Sumbagsel mulai pukul 13.30 hingga 15.45 WIB.
 
Rapat dipimpin oleh Bapak Syafe’i dan dihadiri oleh perwakilan dari sejumlah KKKS, yaitu KKKS PT Pertamina EP, KKKS PHE Ogan Komering, KKKS PetroChina International Jabung Ltd., KKKS Jadestone Energy (Lemang) Pte., Ltd., serta KKKS PT Seleraya Merangin Dua.
Dari Politeknik Akamigas Palembang turut hadir Direktur, Ibu Amiliza Miarti, bersama seluruh jajaran Wakil Direktur, yakni Bapak M. Ikbal Aziz, Bapak Kemas Moh. Ade Isnaeni, Bapak Roni Alida, dan Bapak Roby Cahyadi. Hadir pula dari Tim Kerja Sama, Bapak Sepriadi.
 
Koordinasi ini dilaksanakan dalam rangka mematangkan aspek teknis dan administratif pelaksanaan Program Beasiswa Non Ikatan Dinas Hulu Migas yang akan segera diluncurkan dalam waktu dekat. Program ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Masyarakat (PPM) perusahaan di bidang pendidikan, sebagai wujud komitmen industri hulu migas dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sekitar wilayah operasional.
 
Melalui program ini, masyarakat yang berada di ring wilayah operasi KKKS akan mendapatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan di Program Diploma III (D-III) Politeknik Akamigas Palembang selama tiga tahun. Skema beasiswa bersifat non ikatan dinas, sehingga penerima beasiswa tidak terikat kewajiban kerja dengan perusahaan, namun diharapkan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri energi, khususnya sektor hulu migas.
Dalam rapat tersebut dibahas mekanisme seleksi, kriteria penerima dan tahapan pelaksanaan agar program berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat sekitar operasi.
 
Direktur Politeknik Akamigas Palembang menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara SKK Migas, KKKS, dan institusi pendidikan vokasi. Kolaborasi ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang kompeten, profesional, serta siap berkontribusi bagi pembangunan daerah dan ketahanan energi nasional.
Dengan adanya koordinasi ini, seluruh pihak berkomitmen untuk segera merealisasikan program beasiswa sebagai langkah konkret mendukung pemerataan akses pendidikan tinggi vokasi bagi masyarakat di wilayah kerja hulu migas.